Dark

Auto

Light

Dark

Auto

Light

GPX Basreng Akan Diakusisi Tim Arab?

Salah satu tim ladies MLBB yang paling terkenal adalah GPX Basreng. Tim ini berisikan banyak mantan pemain EVOS Lynx dan cukup bersaing, bisa langsung membuktikan kredibilitasnya sejak muncul di scene kompetitif.

Walau GPX Basreng masih kesulitan mengejar Bigetron Era, kemampuan mereka tidak bisa diremehkan begitu saja. Di berbagai turnamen MLBB Ladies di Indonesia, GPX Basreng sudah langganan berada di peringkat kedua.

Saat ini, anggota dari GPX Basreng adalah:

IDNamaPosisi
LWLia WijayaEXP Lane (Stand-in)
VioletFajria NovianaEXP Lane
SkyeFellysiaJungler
CaramelVioletta AureliaJungler
Funi (Kapten)Fanny Cynthia DewiMiddle
PenomJeanne SlyviMiddle
Agatha Middle
ChincaawDestria Chinca DewiGold Lane
MeylaneMeylane Carmelia ManekGold Lane
EarlWinda LunardiRoamer
MayyPutri WijayaRoamer (Stand-in)
ThallTalitha Ambar MaheswariRoamer

GPX Basreng adalah tim yang sudah lama dibentuk oleh Geng Kapak (GPX), tepatnya di tahun 2021. Tahun ini bersamaan dengan dibentuknya Geng Kapak utnuk pertama kalinya.

Keberadaan turnamen ladies di Esports World Cup membuat berbagai tim internasional jadi melirik potensi para pemain MLBB Ladies Indonesia.

Bigetron Era baru saja dilepas oleh BTR kepada Team Vitality asal Prancis. Sepertinya GPX Basreng juga akan mengalami hal yang serupa.

GPX Basreng Diakuisisi Tim Arab?

Salah satu pendiri GPX yaitu Donkey baru saja merilis vlog baru yang cukup menyedihkan. Vlog kali ini bertemakan perpisahan dengan GPX Basreng. Dalam vlog tersebut, Donkey langsung memastikan bahwa Basreng dibeli oleh tim asing.

“Mereka saya bangun dari nol. Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Kenapa kami berpisah? Mirip dengan BTR, mereka (GPX Basreng) dibeli oleh tim dari luar,” kata Donkey.

Sayangnya Donkey tidak memberi bocoran lebih lanjut mengenai tim ladies ini akan dibeli oleh siapa. Tetapi kalau dari momennya bisa terlihat jelas bahwa tujuan utama dari pembelian ini adalah persiapan untuk Esports World Cup.

Saat ini bereda rumor ada dua nama yang paling terdengar akan mengakusisi GPX Basreng. Tim pertama dalah tim asal Arab yaitu Team Falcons. Sedangkan nama kedua adalah nama yang sudah tidak asing lagi di dunia esports yaitu Fnatic.

Siapakah Team Falcon dan Fnatic?

Team Falcons adalah tim asal Arab Saudi yang didirikan pada tahun 2017. Mereka baru saja membentuk tim MLBB di 2023.

Walau umurnya masih belum panjang, tim MLBB dari Team Falcons sudah memiliki hasil yang cukup mumpuni. Mereka debut di MPL MENA Fall 2023 dan berhasil menduduki peringkat kedua. Sedangkan pada Saudi eLeague 2024 Major 1 yang baru berlangsung di akhir April kemarin, Team Falcons berhasil meduduki posisi kedua juga.

Sedangkan Fnatic adalah salah satu tim esports terlama, didirikan pada tahun 2004 di Inggris. Mereka sudah memiliki banyak tim di berbagai penjuru dunia. Di Asia Tenggara pun ada. Tetapi tim-tima mereka rata-rata untuk game esports di konsol atau PC, belum ada tim khusus untuk game mobile, apalagi MLBB.

Performa GPX Basreng

Sejak kehadirannya di 2021, GPX Basreng sudah memiliki performa yang luar biasa. Sepanjang 2021, mereka berhasil mempertahankan posisi kedua di 4 turnamen.

Sedangkan di 2022, GPX Basreng berhasil menjadi juara pertama di Mobile Legends Rising League Ladies dan Mobile Legends Upoint Esports Invitational Season 3.

Untuk di tahun 2023, GPX Basreng berhasil menjadi juara di Woman Club Series Season 3 dan Uzone Gladiator Arena. Di Unipin Ladies Series SEA Championship 2023, GPX Basreng behasil menduduki posisi kedua, kalah dari Bigetron Era dengan skor 3-1.

Di tahun ini, GPX Basreng memulai tahun dengan menjadi juara dua di WSL Season 8. Harus kalah lagi dari Bigetron Era dengan skor 4-1.

Esports World Cup 2024 Segera Dimulai

Momen akusisi untuk GPX Basreng ini sangat bertepatan dengan Esports World Cup 2024 yang akan dilaksanakan di Riyadh, Arab Saudi selama 8 pekan, mulai dari 4 Juli hingga 24 Agustus 2024.

Kompetisi tingkat dunia ini menarik perhatian karena ada nomor MLBB Women. Ini adalah satu-satunya nomor khusus untuk perempuan di Esports World Cup. Tentunya hal ini akan menarik perhatian banyak tim esports untuk bisa menjuarai nomor tersebut.

Sebagai kompetisi esports terbesar di dunia, Esports World Cup juga menghadirkan prize pool yang tidak kira-kira. Total prize pool-nya adalah lebih dari US$ 60 juta. Angka ini setara dengan 957,6 miliar rupiah.

Esport World Cup 2024 adalah Esports World Cup perdana yang menjadi penerus dari Gamers8, festival esports yang ada di Arab Saudi. Esports World Cup akan menjadi bagian dari rencana Saudi Vision 2030. Rencana ini dipimpin oleh Putra Mahkota Muhammad bin Salman Alu Saud. Rencana ini memiliki target untuk mendiversifikasi sumber ekonomi Arab Saudi demi tidak hanya mengandalkan minyak bumi saja.

Leave A Comment